PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN MENTAL MAHASISWA AKHIR

KESEHATAN MENTAL MAHASISWA AKHIR

Kesehatan merupakan hal yang penting karena kesehatan berperan dalam keberfungsian semua aspek kehidupan bagi seluruh masyarakat. Undang-undang kesehatan No. 23 tahun 1992 menyatakan: kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pengertian kesehatan menurut WHO (World Health Organization) merupakan kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kecacatan.

Kesehatan mental merupakan hal yang mulai dibicarakan dan diperhatikan secara serius oleh masyarakat Indonesia pada saat ini. Masalah kesehatan mental di Indonesia pada masa ini masih tergolong sangat tinggi, terutama pada kalangan remaja karena mereka masih memiliki emosi yang tidak stabil dan belum memiliki kemampuan yang baik untuk
memecahkan masalah yang ada.

Kesehatan mental pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya
yaitu faktor genetika, keluarga, pertemanan, gaya hidup, sosial, dan berbagai faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi mahasiswa secara positif maupun negatif. Akan tetapi, masih banyak mahasiswa yang tidak menyadari dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari faktor-faktor tersebut sehingga mereka lupa akan kesehatan mental mereka. Mereka lupa untuk berfokus pada kesehatan mental mereka karena mereka hanya berfokus pada tugas, organisasi, jadwal kuliah, serta tuntutantuntutan yang ia terima dari orang-orang di sekitarnya.

Mahasiswa dianjurkan untuk bisa melakukan regulasi diri karena regulasi diri berkaitan terhadap kesehatan mental mahasiswa. Tanpa adanya regulasi diri, mahasiswa akan kesulitan untuk mengontrol dan mengatur emosi, perilaku, dan tingkahlakunya.
Ketidakmampuan mahasiswa untuk melakukan regulasi diri akan mengakibatkan mentalnya terganggu karena tidak bisa mengontrol diri di situasi tertentu.

Oleh karena itu, mahasiswa dianjurkan untuk selalu berpikiran positif terhadap berbagai hal. Akan tetapi, terkadang mahasiswa tidak dapat mengetahui apakah hal yang telah ia jalani pada hari ini dapat berdampak pada mentalnya untuk di kemudian hari atau tidak. Ada mahasiswa yang tahan jika dirinya berada dalam tekanan, tetapi ada juga mahasiswa yang tidak tahan jika dirinya berada di dalam tekanan, sehingga hal tersebut menimbulkan dampak pada mentalnya.

Mahasiswa memiliki upayanya tersendiri dalam menanggulangi masalah mentalnya.
Beberapa upaya yang mahasiswa lakukan untuk menanggulangi masalah mentalnya yaitu dengan bersikap santai terhadap semua hal yang dijalaninya, menghibur diri sendiri,
bercerita kepada orang terdekat, dan lain sebagainya. Akan tetapi, bagi mahasiswa yang memiliki gangguan serius pada mentalnya, ia akan lebih memilih untuk ke psikolog atau
psikiater. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja